DOA DAN TABUR BUNGA MENGENANG 5 TAHUN RUNTUHNYA JEMBATAN KUTAI KARTANEGARA

2016-11-28 | Kegiatan BPBD KUKAR | ADMINHNR
Gambar


Sabtu, 26 November 2016 bertempat di halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara berlangsung Doa mengenang 5 Tahun Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara atau tepatnya Sabtu 26 November 2011 silam. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) Cabang Tenggarong.

            Acara dimulai pukul 16.20 wita dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD kabupaten Kutai Kartanegara beserta Pejabat Struktural dilingkungannya, Ketua MUI Kabupaten Kutai Kartanegara, Para Kepala SKPD dilingkungan Pemkab. Kukar Unsur Polri/TNI dan Para Mahasiswa yag tergabung dalam HMI Cabang Tenggarong beserta HMI Komisariat Universitas Kutai Kartanegara ( Unikarta )

            Ketua HMI Cabang Tenggarong Irfan Tantowi mengatakan bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenang peristiwa runtuhnya jembatan Kukar 5 tahun silam, mendoakan agar para korban baik yang sudah dimakamkan maupun yang belum diketemukan agar mendapat ampunan olehNya dan yang ditinggalkan tabah, sedangkan untuk peristiwa bom samarinda kita berdoa agar diberi kekuatan dan ketabahan dan ampunan  kepada para korban, dan kita jangan sampai terpancing dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. 

            Selanjutnya Bupati Kutai Kartanegara dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Kalak BPBD Kutai Kartanegara Drs. Kusuma Wardhana mengatakan terima kasih kepada HMI yang telah memprakarsai kegiatan Doa dan tabur bunga mengenang 5 tahun Runtuhnya Jembatan Kukar. Kita Optimis penyelenggaraan Doa ini akan mendatangkan manfaat kemaslahatan serta semangat baru bagi masyarakat Kutai Kartanegara.

            Tragedi yang memilukan tersebut setidaknya merenggut 24 Korban Jiwa dan 12 orang hingga kini masih belum diketemukan, sementara 39 orang megalami luka ringan dan berat.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kami turut bersimpati kepada keluarga korban dan berharap mereka tetap sabar menerima cobaan dan semoga para arwah diterima Allah swt.

            Kita berharap kejadian ini tidak pernah terulang lagi dan kedepan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam membangun sarana dan prasarana publik harus dilakukan secara hati-hati melalui proses perencanaan yang matang sehingga tidak menimbulkan bencana lagi.

            Lebih lanjut Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Ph.D mengatakan saya berharap doa pada soe hari ini dapat kita jadikan sebagai momentum untuk membangun kebersamaan, mempererat dan memperkokoh silaturahim sehingga semangat untuk membangun terus menggelora demi terwujudnya Kutai Kartanegara yang lebih baik. Hal ini akan melatih kita menjadi umat yang pandai bersyukur untuk meraih satu tujuan yaitu terwujudnya masyarakat Kutai Kartanegara yang sejahtera sebagaimana yang kita cita-citakan dalam Program “ GERBANG RAJA “ atau Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera.

            Setelah Doa yang dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Kutai Kartanegara H. Aminuddin Edy dilanjutkan dengan tabur bunga yang dipimpin oleh Plt, Kalak BPBD dan diikuti oleh suluruh tamu undangan. (tan)